Surat untuk Bapak #7

Halo, Bapak.

Bapak lagi apa?

Pak, rasa kangenku sampai ke Bapak nggak sih? Setiap hari aku kangen Bapak. Birru juga kangen. Setiap aku mau salat, Birru pasti bilang: “ibu mau berdoa untuk Eyang Bapak, ya?”. Pinter amat sekarang cucunya, Pak.

Pak, udah 21 hari nih. Udah Kamis ketiga sejak Bapak ‘pulang’. Tapi, sebenarnya Bapak masih ngumpul sama kita semua, khan?

Nanti malam, aku mau nginep ah di rumah. Biar rumah anget, Bapak selalu bilang begitu khan?

Pak, aku nggak bisa jelasin betapa kesepiannya aku. Aku kangen kalau pagi Bapak suka minta pesenin Go-Jek. Andaikan ya, ada Go-Jek yang bisa anter aku buat ketemu Bapak, pasti aku seneng banget.

Sampai hari ini, aku suka tiba-tiba kebangun kalau tengah malam. Aku masih kebawa-bawa situasi waktu Bapak di RS. Aku takut tiba-tiba ada yang WA atau telepon tentang Bapak. Tapi hari itu akhirnya tiba juga, Pak. Dan aku bersyukur, walau aku patah hati banget sampai sekarang, I survive! Bapak bangga gak?

Pak, peluk aku kenceng-kenceng dong. Bapak masa gak kangen sama aku dan Birru? Dulu Bapak suka sms khan, “Birru main doong”. Sekarang anaknya girang banget kalau dibawa ke makam Bapak. “Aku mau tabur bunga buat Bapak,” kata Birru. Pasti Bapak kangen sama Iyu, khaan?

Pak, main-main di mimpi Birru ya. Bapak khan suka nungguin Birru main, main sepeda kek, lego kek. Main-main ya, Pak. Setiap hari Birru masih lho nanyain Bapak, Bapaknya manaa? :”)

Aku kangen, Pak. Maafin aku, ya?

Al-Fatihah.

Leave a reply:

Your email address will not be published.