Surat untuk Bapak #18

Assalamualaikum Bapak sayang,

It’s been a while since my last letter.

You know, life wasn’t easy. Terutama untuk Ibu.

Kesayangan Bapak yang satu itu baru merasa kesepian. Alhamdulillah, kami anak-anak Bapak, sudah jauh lebih tenang dan gantian menenangkan Ibu. Ibu baru selesai dirawat di rumah sakit (lagi), Pak. Ibu rindu Bapak. Prita harus gimana ya, Pak?

Berbicara itu gampang. Sabar yang susah. Mungkin kalau Prita belum kuat sampai sekarang, Prita belum bisa sabar karena kehilangan Bapak.

Mungkin Ibu rindu, mungkin Ibu kesepian, mungkin Ibu kehilangan. Dan kita nggak pernah tahu sampai kapan.

Alhamdulillah Prita bisa melewati ini semua, Pak. Tapi bukan berarti Prita gak rindu Bapak, ya. Prita sesekali masih suka nangis dan nelangsa, gak papa khan ya Pak?

Pak, Prita janji mau terus hidup untuk Bapak, untuk Ibu, dan untuk cucu kesayangan Bapak. Bapak cucunya udah mau dua, lho.

Semoga Ibu lekas kuat ya, Pak. Kita nggak tahu musti gimana kalau sampai waktu itu harus kehilangan Ibu dalam waktu yang relatif dekat setelah Bapak pergi. This all we can do for Ibu, and for you. Semoga Bapak bangga sama kita, ya?

Pak, no words could describe how much I miss you. Tolong bantu kami agar Ibu kuat ya, Pak?

I love you so much, old man.

Al-Fatihah.

Leave a reply:

Your email address will not be published.