Surat untuk Bapak #17

Assalamualaikum, Bapakku sayang…

It’s another Thursday without you, Sir.

Bapak, aku kangen banget. Aku rindu rasanya Bapak ada, Bapak bukain pintu rumah untuk aku dan Birru, aku kangen salim tangan Bapak …

Pasti sekarang rumah Bapak indah banget, ya. Nanti kapan-kapan kita ketemu lagi ya, Pak. I wonder Pak, kalau aku sebegininya kangen Bapak, Bapak kangen juga nggak sih sama aku?

Pak, you’re irreplaceable, you know that? Untuk segala hal baik yang terjadi setelah Bapak nggak ada, aku tahu, itu janji Allah. Tapi, posisi Bapak gak akan pernah tergantikan ya, Pak :’)

Pak, doa-doa aku setiap hari untuk Bapak nyampe nggak sih? Aku rindu ngobrol sama Bapak. Aku rindu ngajak Bapak pergi jalan-jalan. Aku rindu, Pak.

Pak, terkadang aku masih suka kebayang-bayang kondisi Bapak waktu nggak sadar di rumah sakit. Aku takut Bapak kesakitan, aku takut Bapak bingung. Semoga Allah meringankan sakit Bapak saat itu ya, Pak? Tokh Bapak sekarang sudah bebas dari rasa sakit, khan?

Pak, Mas Birru sekarang pandai. Aku juga terus belajar jadi ibu yang baik dan sabar. Aku mau nurut Bapak. Bapak inget nggak sih dulu waktu aku kecil kita deket banget? Aku rindu masa-masa itu, Pak.

Nggak kerasa juga ya aku udah nulis 17 surat untuk Bapak. Pengen rasanya dibalas sama Bapak. Main-main ke mimpi aku dan Birru ya, Pak. Biar Birru gak lupa sama eyang Bapak. Biar Bapak juga seneng bisa main sama Birru. Ya?

Besok aku mau ke rumah Bapak, ya?

I miss you forever, Sir.

Al-Fatihah.

Leave a reply:

Your email address will not be published.