Merayakan Hidup di Herman Lantang Camp

glamping-2-copy
glamping-3-copy   glamping-9-copy

glamping-13-copy   glamping-10-copy

glamping-1-copy   glamping-5-copy   glamping-4-copy

glamping-6-copy   glamping-7-copy   glamping-12-copy

glamping-14-copy   glamping-15-copy   glamping-16-copy

glamping-18-copy   glamping-17-copy

glamping-11-copy

Sudah menjadi kebiasaan saat bosan ditambah kalut melanda, pelariannya harus jalan-jalan. Pas banget lelah-lelahnya jadi single fighter di kantor, pas banget sahabat saya, Nisa dari Kawan Jalan, mengajak piknik. Piknik kali ini murni karena kami berdua, si mamah-mamah muda bau kencur, butuh piknik. Dan Nisa mengajak saya dan sejumlah kawan dari eks kantor lama kami untuk glamping (glamour camping) di Curug Nangka, Bogor.

Glamping sudah menjadi hal yang biasa untuk saat ini. Sebut saja di Bogor, sudah banyak spot-spot yang dijadikan lahan khusus untuk tempat glamping. Ngapain aja sih glamping? Sebenarnya sih buat yang belum pernah kemping pakai tenda beneran, glamping bisa menjadi percobaan awal yang sangat menyenangkan. Gimana gak menyenangkan? Kita tidak perlu mendirikan tenda untuk bermalam, karena sudah didirikan dan diisi perlengkapan tidur seperti Kasur, bantal dan selimut. Kalau kemping biasa kita sibuk mencari spot untuk buang hajat, glamping camp biasanya sudah menyediakan toilet.

Menuju Curug Nangka sendiri masih belum ada transportasi umum yang menuju langsung kesana. Kalau mau, bisa menyewa angkot dari Stasiun Bogor menuju Curug Nangka. Tapi hati-hati, di pertigaan menuju kawasan Taman nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) biasanya akan ketemu okamsi (orang kampung situ) yang biasa narik bayaran lagi per orang @ 5000, atau naik ojek menuju tempat yang dituju. Jangan khawatir, kalo punya kendaraan pribadi, ga musti mikir-mikir bayar okamsi di pertigaan, langsung caw aja. Cuma, nanti harus bayar retribusi 2 gerbang masuk TNGHS.

Herman Lantang Camp (HLC) sendiri posisinya tidak jauh dari gerbang kedua TNGHS. 500 meter dari gerbang kedua, kita sudah disuguhi pemandangan camp-camp untuk glamping. Bagi yang belum siap trekking ke Curug Nangka, HLC juga menyediakan kolam buatan yang menyerupai sungai berbatu-batu. Ada juga kolam renang ala-ala yang cocok banget untuk keluarga yang menginap dengan membawa anak kecil. Dingin gak sih? Sejuk, gak dingin yang menggigit banget, enaklah buat orang kota yang tiap hari kenanya udara sejuk AC.

Tenda di HLC muat maksimal sampai 4 orang, walau sebenernya itu tenda untuk 6-8 orang. Demi kenyamanan bersama, kalo kata Opa Herman, si empunya HLC. Fasilitasnya sendiri, di samping tenda ada kamar mandi (wc duduk + shower), ada lampu dan colokan listrik di tiap tenda, dapat sarapan (roti biasanya), dan kita bisa memilih untuk dimasakkan makan siang atau malam cukup dengan membayar 20-25ribu (untuk lauk ayam/ ikan, dan sebagainya) atau 15 ribu (untuk lauk telur, dan sebagainya). Praktis khan? Ada bonusnya juga, bisa kenalan sama Opa Herman Lantang, the legend yang juga sahabat Soe Hok Gie, si empunya glamping camp ini.

Kapan lagi bisa ‘menjamah’ alam tanpa banyak pikiran?

For further info:

For reservation:

  • Call/ text/ Whatsapp: 0811439315
  • BBM: 5D607112
  • Traveloka
  • Agoda

10 comments: On Merayakan Hidup di Herman Lantang Camp

Leave a reply:

Your email address will not be published.