Mengatasi ‘Musuh Setia’ bernama ISK

Bagi orang-orang yang cukup mengenal saya, saya dikenal sebagai perempuan yang gak bisa diem, walaupun mayoritas waktu bekerja saya dihabiskan dengan duduk. Saya aktif bekerja sejak tahun 2008. Karier pertama saya bekerja kantoran adalah di bidang humas. Walaupun suka wara wiri untuk protokol acara kehumasan, hari-hari saya selalu berakhir di kursi. Entah itu untuk menulis artikel, mendesain, atau membuat laporan harian. Di suatu hari pada pertengahan 2009, saya merasa kurang enak badan. Rasanya seperti masuk angin, tapi bawannya ingin buang air kecil terus. Tapiiii, pas udah ke kamar mandi, air seni yang keluar cuma sedikit. Sebel rasanya! Besoknya, pas buang air kecil rasanya malah tambah agak ngilu di akhir. Karena merasa aneh, saya akhirnya ke dokter. Kata dokter, kemungkinan saya terkena ISK (Infeksi Saluran Kemih). Dari situlah awal mula saya ‘berteman’ dengan penyakit ini.

Saat dokter memberitahu penyakit saya, pertanyaan pertama yang muncul di benak saya adalah “loh kok bisa?”. Saya tipe orang yang kebelet sedikit, langsung ke kamar mandi padahal. Karena menurut beberapa penelitian, ISK bisa timbul karena sering menahan buang air kecil. Terus kenapa, ya?

Anehnya, penyakit ini bisa muncul setiap tahun. Minimal, setahun sekali. Setelah karier di kehumasan berakhir, saya bekerja sebagai editor, yang patut saya akui kalau saya menghabiskan waktu selama 8 jam di tempat duduk saja. Saya juga orang yang jaraaaaaang sekali berolahraga. Saat duduk pun saya hanya bergerak saat mau ke toilet atau pas istirahat. Kurang gerak, walau sering cukup minum, ternyata juga bisa menimbulkan ISK.

Hingga sekarang, penyakit ini masih menghantui saya. Terlebih, saat ini saya sudah menjadi ibu dan sexually active. Terakhir saat penyakit tahunan saaya ini kambuh, dokter saya bahkan menyarankan untuk tes urine dan beberapa tes lainnya. Dan lagi-lagi dugaannya benar, saluran kemih saya terinfesi oleh bakteri.

Jadi, sebenarnya apa sih sebab pasti dari penyakit ini?

Menurut sebuah penelitian, 80% kasus Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Dari penelitian itu, disebutkan bahwa 5 dari 10 wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih selama hidupnya. Itu berarti, wanita sangat rentan terkena infeksi saluran kemih, mulai dari ibu hamil hingga anak-anak juga rentan terkena ISK.

Gejala awal dari infeksi saluran kemih sering disebut sebagai anyang-anyangan atau rasa ingin buang air terus menerus. Perut bagian bawah terasa penuh seperti ingin buang air kecil,  namun hanya sedikit yang keluar. Tak jarang, saat buang air kecil juga terasa nyeri.

Biasanya, saya memiliki cara tradisional ala saya untuk mencegah rasa anyang-anyangan. Saya berbaring, lalu menaikkan kedua kaki ke atas. Lebih enak lagi jika kedua kaki kita sambil menempel di tembok (membentuk huruf L). Tapi, kalau sedang kambuh di kantor, saya nggak mungkin dong berbaring seperti itu. Yah ujung-ujungnya cuma bisa duduk tegak sambi berdoa jam pulang segera tiba, hahaha.

Hingga suatu hari, ada satu postingan di feed Instagram saya tentang cara pencegahan ISK. Dari situ, saya mengenal Prive Uri-cran. Prive Uri-cran adalah produk dari Combiphar yang diperuntukkan bagi wanita Indonesia yang sering mengalami ISK. Prive Uri-cran mengandung ekstrak buah cranberry yang diketahui diketahui efektif mencegah Infeksi Saluran Kemih karena memiliki Proanthocyanidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih. Jadi, Prive Uri-cran bisa jadi tindakan preventif kita untuk mengatasi sakit saat buang air kecil, penyebab sakit saat buang air kecil, serta mengatasi susah buang air kecil. Lengkap banget, ya!

imgimg14

Prive Uri-cran terdiri atas 2 jenis, yaitu berbentuk serbuk dan kapsul. Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mengkonsumsi Prive Uri-cran dalam bentuk serbuk. Caranya mudaaaah sekali. Serbuk Prive Uri-cran dimasukkan ke dalam segelas air putih (lebih nikmat lagi menggunakan air dingin), diaduk, lalu diminum deh! Rasa cranberry-nya segar sekali. Selain mudah, produk ini bisa diminum kapan saja dan di mana saja. Jadi, buat ibu bekerja seperti saya ini, Prive Uri-cran yahud banget!

Untitled

Alhamdulillah, sejak rutin konsumsi Prive Uri-cran, setahun terakhir saya hampir tidak merasakan keluhan nyeri saat buang air kecil lagi. Dengan catatan, harus membiasakan hidup sehat, makan makanan sehat, serti mengkonsumsi air yang cukup. Selamat mencoba, ya? 🙂

Disclaimer: Blogpost ini diikutsertakan pada Prive Uri-cran SEO & Blog Competition: Wanita Indonesia Peduli Kesehatan Saluran Kemih.

 

Leave a reply:

Your email address will not be published.