Surat untuk Bapak #14

Assalamualaikum Bapak sayang. Prita alhamdulillah baik-baik aja, Pak. Kemarin, ibu hampir seminggu dirawat. Biasa deh bandel, gak mau jaga makanan. Mudah-mudahan Bapak selalu jaga ibu, ya, biar ibu gak bandel lagi terus trombositnya drop lagi. Pak, waktu ibu dirawat, bed sebelah ibu ada yang wafat. Aku bener-bener dengar semuanya, dari beliau masih bernafas, ngorok, sampai hilang nafas. Aku sempat tertegun. Apa itu ya yang aku hadapi kalau aku nemenin Bapak di waktu terakhir? Alhamdulillah, aku gak trauma. Bapak pengen aku

Continue Reading

Surat untuk Bapak #13

Assalamualaikum Bapak sayang, Aku rindu Bapak banget. It’s another Thursday without you. Maafin aku ya, pasti Bapak tau kalau minggu lalu aku kacau banget. Aku masih aja bertanya-tanya ke Pujo, kenapa Bapak begini, Bapak begitu. Padahal Bapak udah seneng. Pak, aku sedih. Aku kesel dan sebel dengan suasana kantor. Susah sekali menerapkan prinsipku sendiri di sini. Padahal, punya prinsip itu penting bukan? Aku belajar dari Bapak, untuk mencintai pekerjaan yang aku geluti. Tapi aku nggak mau melakukan sesuatu karena dipaksa,

Continue Reading

Grieving

Ya, I just lost my Dad. Udah hampir 2 bulan, but it still hurts me so bad. Gak bohong kalau minggu-minggu pertama saya agak kehilangan arah. Malas rasanya datang ke rumah Ibu, ya kayak gak ada siapa-siapa. ‘Rumah’ saya udah hilang. Sewaktu Bapak ada, sebenarnya saya juga merasa udah ada ‘jarak’. Itu mungkin karena saya udah nikah. Tapi, setelah ada Birru, jarak itu rasanya udah hilang. Tapi sekarang, jarak itu akhirnya benar-benar ada. Saya masih bisa berkunjung ke ‘rumah’ Bapak,

Continue Reading

Surat untuk Bapak #12

Assalamualaikum Bapak sayang. Ada kabar baik: I survive. Berat memang menjalaninya tanpa ada Bapak. Tiap aku pulang ke rumah, aku selalu berharap Bapak yang bukain pintu buat aku. Kayak biasanya, Pak. Bapak selalu senang dan teriak: Mas Birruuu… Aku selalu seneng liatnya, Pak. Pak, aku semalam nggak bisa tidur. Padahal, kalao aku lagi di rumah Bapak, aku selalu merasa Bapak ‘ada’. Hangat rasanya. Tapi semalam, entahlah, rasanya aneh. Hampa dan kosong. Bapak mana? 🙁 Pak, aku masih kehilangan Bapak. Today

Continue Reading

Surat untuk Bapak #11

Assalamualaikum Bapak sayang, Pagi-pagi Bapak udah sukses bikin aku mewek tau gak. Aku baru bongkar-bongkar tas Bapak, dan aku nemu 2 dompet lama Bapak. It surprised me karena di dalam dompet itu aku baru tau Bapak naruh fotoku di dalamnya. Sweet of you, Bapak … Pujo naruh foto aku di dompetnya aku biasa aja, tapi ini Bapak 🙁 Pak, I love you more and more. I’m missing you A LOT. How’s heaven, Pak? Prita selalu berdoa agar Allah menempatkan Bapak

Continue Reading

Surat untuk Bapak #10

Assalamualaikum, Bapak sayang… Sudah sebulan lebih Bapak ‘pulang’, ninggalin kita semua di sini. Tenang aja, Pak. Kita nggak akan lupa. Kita nggak mau lupa. Bapak selalu ada di hati dan doa-doa kita… Bapak, kesayangan Bapak lagi dirawat tuh. Iya, Ibu. Inget nggak pas ibu dirawat terakhir dan aku larang Bapak buat ikut nungguin? Setiap hari pasti Bapak sms aku atau adek buat nanya ibu bagaimana. Saat itu aku sedih, gimana misalnya kalau ibu yang ‘pulang’ lebih dulu? Pasti Bapak sedih

Continue Reading

Surat untuk Bapak #9

Assalamualaikum, Bapak. Hari ini Kamis keempat setelah Bapak ‘pulang’. How’s heaven, Pak? :’) Pak, semalam aku banyak ngobrol sama Pujo. Walau ujung-ujungnya masih nangis, sih. Aku cerita ke dia kalau aku suka sedih dengan beberapa orang, yang mungkin niatnya mau menghibur dan menyabarkanku, tapi ternyata cara mereka salah. Pertama, orang tua mereka masih lengkap. Mereka selalu bilang tahu kesedihan aku. Tapi menurutku enggak, Pak, mereka nggak akan tahu itu sebelum salah satu orangtuanya ‘pergi’. Kedua, mereka suka sok tau nasihatin

Continue Reading

Surat untuk Bapak #8

Pak, it’s been a while since I wrote the last letter. But, trust me, I still miss you everyday. Makasih ya Pak, udah datang di mimpiku beberapa hari lalu. You’re gorgeous as always. Bapak senyum dan dadah-dadah ke aku. It was just sweet, Pak. :’) Aku minta maaf kalo mungkin beberapa kali aku bersikap kurang menyenangkan di hari-hari terakhir bapak sebelum sakit. Aku tahu, mungkin Allah ngasih waktu yang gak lama supaya aku bisa ngurus Bapak. Tapi aku seneng, Pak,

Continue Reading

Surat untuk Bapak #7

Halo, Bapak. Bapak lagi apa? Pak, rasa kangenku sampai ke Bapak nggak sih? Setiap hari aku kangen Bapak. Birru juga kangen. Setiap aku mau salat, Birru pasti bilang: “ibu mau berdoa untuk Eyang Bapak, ya?”. Pinter amat sekarang cucunya, Pak. Pak, udah 21 hari nih. Udah Kamis ketiga sejak Bapak ‘pulang’. Tapi, sebenarnya Bapak masih ngumpul sama kita semua, khan? Nanti malam, aku mau nginep ah di rumah. Biar rumah anget, Bapak selalu bilang begitu khan? Pak, aku nggak bisa

Continue Reading

Surat untuk Bapak #6

Assalamualaikum, Bapak. Lagi apa? Pak, aku boleh ya setiap hari kangen? Birru juga setiap hari kangen lho, Pak. Tiap pulang sekolah, pasti gedor-gedor pintu sambil teriak “eyang Bapak, eyang Bapak, kok gak pulang-pulang sih?”. Padahal Bapak khan udah ‘pulang’ ya? :’) Barusan aku nangis karena lihat foto Bapak tahun 2016 di kampus. Bapak kelihatan semangat banget lagi ngajar. It feels so real, Pak. Kayak bapak emang lagi di kampus, ngajar, dan bakal pulang. Ya khan? How’s up there, Pak? It

Continue Reading